Example floating
Example floating
BeritaDaerahPadangsidimpuanSumut

Lapas Sidimpuan Peringati Maulid Nabi, Kalapas Ajak Teladani Sifat Rasulullah

128
×

Lapas Sidimpuan Peringati Maulid Nabi, Kalapas Ajak Teladani Sifat Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, memberikan sambutan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, memberikan sambutan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. (Foto: Dok Humas Lapasid)

PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN – Semangat kebersamaan dan perubahan menjadi pesan utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padang Sidempuan, pada Selasa (01/09/2026).

Mengusung tema, ‘Menghidupkan Semangat Gotong Royong dalam Bingkai Teladan Nabi Muhammad SAW’, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

Acara berlangsung khidmat dan penuh suasana kebersamaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran oleh warga binaan, Muksin Nasution dan Irwansyah Pohan. Suasana semakin religius dengan penampilan nasyid yang dibawakan warga binaan.

Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, dalam sambutannya menekankan pentingnya gotong royong serta hubungan saling membutuhkan antara petugas dan warga binaan.

Menurutnya, kekompakan dan kerja sama seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembinaan yang berhasil sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

Herizal juga mengajak para warga binaan untuk tidak terus larut dalam kesalahan masa lalu. Masa menjalani pembinaan, katanya, harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

Ia berpesan agar warga binaan memanfaatkan proses tersebut untuk menjadi pribadi yang lebih baik, terutama demi keluarga dan masa depan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Semangat mencintai Rasulullah SAW, lanjutnya, juga tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan secara seremonial. Nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *