Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukumPadangsidimpuanSumut

Razia Gabungan di Lapas Sidimpuan, Narkoba dan HP Nihil

226
×

Razia Gabungan di Lapas Sidimpuan, Narkoba dan HP Nihil

Sebarkan artikel ini
Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, bersama Kapolsek Batunadua, AKP Sulaiman Rangkuti, serta jajaran BNNK Tapanuli Selatan, Brimob, dan Kodim 0212/TS, saat melaksanakan pemusnahan barang terlarang hasil razia gabungan
Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, bersama Kapolsek Batunadua, AKP Sulaiman Rangkuti, serta jajaran BNNK Tapanuli Selatan, Brimob, dan Kodim 0212/TS, saat melaksanakan pemusnahan barang terlarang hasil razia gabungan. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN – Razia gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan BNNK Tapanuli Selatan kembali digelar dengan menyisir sejumlah kamar hunian warga binaan permasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Selasa (22/09/2026) sore.

Hasilnya, petugas tidak menemukan narkoba, telepon seluler, maupun senjata tajam, usai pelaksanaan razia gabungan tersebut. Namun, petugas gabungan masih mendapati sejumlah benda yang dikategorikan sebagai pelanggaran ringan.

Puluhan personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut, dibagi ke dalam tiga tim untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah kamar hunian WBP. Usai penggeledahan kamar, sebanyak 50 WBP dipilih secara acak untuk menjalani tes urine yang dilakukan BNNK Tapanuli Selatan.

Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, mengatakan, razia tersebut merupakan perintah langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Irjen Pol Mashudi.

Sebelum razia dimulai, Herizal meminta seluruh petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis saat melakukan pemeriksaan kamar hunian.

Menurutnya, WBP tetap harus diperlakukan secara santun meskipun petugas memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kamar dan barang-barang milik mereka.

“Benar, bahwa rekan-rekan di dalam adalah warga binaan pemasyarakatan atau para narapidana. Namun, tetap sesuai dengan slogan kita yaitu memanusiakan manusia,” ujar Herizal saat memimpin apel sebelum razia.

Ia meminta petugas mempersilakan WBP keluar dari kamar sebelum melakukan pemeriksaan barang. Barang-barang yang diperiksa juga diminta tidak dihamburkan agar kamar dapat kembali ditata setelah kegiatan selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *