Example floating
Example floating
BeritaDaerahPadangsidimpuanSumut

Diseminasi Air Sisa Proses PTAR, Warga Akui Sungai Batang Toru Aman

217
×

Diseminasi Air Sisa Proses PTAR, Warga Akui Sungai Batang Toru Aman

Sebarkan artikel ini
Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, saat memberi sambutan diseminasi hasil laboratorium air sisa proses Tambang Emas Martabe
Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, saat memberi sambutan diseminasi hasil laboratorium air sisa proses Tambang Emas Martabe. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN – Warga lingkar di sekitar lingkar Tambang Emas Martabe mengaku bahwa, hingga kini belum merasakan dampak yang mengganggu kehidupan maupun aktivitas mereka di Sungai Batang Toru setelah adanya aktivitas pembuangan air sisa proses pertambangan PT Agincourt Resources (PTAR).

Hal itu disampaikan perwakilan masyarakat Kelurahan Hutaraja, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Ahmad Faris Hasibuan, usai mengikuti kegiatan diseminasi hasil laboratorium air sisa proses PTAR di Mega Permata Hotel, Kota Padangsidimpuan, pada Kamis (01/10/2026).

Ahmad mengatakan, berdasarkan pemaparan hasil uji laboratorium dalam kegiatan tersebut, kualitas air sisa proses yang dilepas PTAR masih berada dalam standar yang ditetapkan.

Ia juga menyebut, masyarakat hingga saat ini belum melihat adanya dampak yang dirasakan secara langsung akibat air sisa proses pertambangan yang dilepas perusahaan tersebut.

“Kalau berdasarkan yang dipaparkan tadi, saya kira sudah sesuai standar ya. Efek negatifnya pun di masyarakat sampai saat ini tidak ada,” ujar Ahmad.

Menurutnya, masyarakat di sekitar Sungai Batang Toru sejauh ini, masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Salah satunya memanfaatkan sungai untuk memancing.

“Bagi masyarakat lingkar tambang, persoalan yang kini lebih terasa justru berkaitan dengan kondisi fisik Sungai Batang Toru,” tutur Ahmad.

Ahmad mengatakan, pendangkalan akibat tumpukan material kayu pada bagian hulu pasca bencana beberapa waktu lalu, menyebabkan aliran sungai tidak lancar. Sehingga, ketika hujan deras turun, air lebih mudah meluap ke permukiman warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *